Faktabojonegoro.com// Bojonegoro – Sebanyak 349 penari tampil memukau dalam pertunjukan tari kolosal bertajuk Jambul Meliwis Putih Malowopati pada puncak peringatan Hari Jadi ke-349 Kabupaten Bojonegoro (HJB). Pertunjukan yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro tersebut menjadi salah satu suguhan seni budaya dalam perayaan hari jadi daerah.
Tarian kolosal ini merupakan karya koreografer Mohamad Anang Setiawan, dengan garapan musik etnik oleh Saraswara Indonesia. Perpaduan gerak tari dan musik tradisional menghadirkan pertunjukan yang mengangkat kekayaan legenda lokal Bojonegoro.
Koreografer Mohamad Anang Setiawan menjelaskan bahwa tarian tersebut terinspirasi dari kisah Prabu Angling Dharma, raja Malawapati yang dikenal sakti dan mampu memahami bahasa alam.
Dalam kisah yang diangkat, kehidupan Prabu Angling Dharma bersama Dewi Setiowati mengalami perubahan setelah sebuah janji dilanggar. Kekecewaan dan kemarahan yang muncul kemudian mengantarkan sang raja pada kutukan hingga berubah menjadi Meliwis Putih, sosok yang berada di antara dunia manusia dan bayangan.
Legenda tersebut diterjemahkan ke dalam gerak tari dan iringan musik etnik untuk menghadirkan pesan tentang janji, kesetiaan, pengendalian diri, serta konsekuensi dari tindakan yang dilakukan.
Kehadiran 349 penari dalam pertunjukan ini sekaligus menjadi simbol yang selaras dengan usia Kabupaten Bojonegoro yang diperingati pada tahun ini. Karya tersebut juga menjadi ruang ekspresi bagi seni pertunjukan untuk memperkenalkan cerita rakyat kepada masyarakat luas.
Melalui pertunjukan Jambul Meliwis Putih Malowopati, kisah legenda lokal diharapkan terus dikenal oleh generasi muda dan menjadi bagian dari upaya menjaga serta mengembangkan warisan budaya Bojonegoro.
(Red.)













