Proyek Drainase Kedungadem–Kesongo Rp308 Juta Dikeluhkan Warga, Dasar Saluran Diminta Diperiksa

Faktabojonegoro.com// Bojonegoro – Pelaksanaan proyek pembangunan saluran drainase di ruas Jalan Kedungadem–Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian setelah sejumlah warga menyampaikan keluhan mengenai pemasangan saluran dan penanganan sisa tanah galian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media saat melakukan pengecekan lapangan pada Minggu (25/10/2026), warga mempertanyakan pemasangan dasar saluran yang diduga tidak menggunakan lantai kerja. Kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan kesesuaiannya dengan spesifikasi pekerjaan dan dokumen kontrak.

Proyek yang disebut bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp308.331.000. Namun, rincian teknis pekerjaan, spesifikasi konstruksi, serta metode pemasangan dasar saluran masih perlu dikonfirmasi kepada dinas terkait.

Selain persoalan teknis, warga juga mengeluhkan penanganan tanah sisa galian yang dinilai mengganggu aktivitas di sekitar lokasi pekerjaan.

Foto Dokumentasi

Salah seorang warga mengatakan bahwa keberatan telah disampaikan sejak awal pengerjaan. Ia mengaku harus mengembalikan sendiri tanah bekas galian di sekitar area miliknya.

“Sejak awal sudah dikomplain, tetapi tidak pernah ditanggapi. Bekas galian itu juga disuruh mengembalikan sendiri,” ujar warga tersebut kepada awak media.

Warga yang sama menyampaikan bahwa Ketua RT setempat juga disebut harus menangani sendiri tanah urukan di sekitar lokasi. Keterangan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak pelaksana pekerjaan.

Keluhan lainnya berkaitan dengan gundukan tanah sisa galian yang disebut berada di lorong pintu masuk gudang milik warga. Kondisi itu dinilai menghambat akses keluar-masuk kendaraan dan aktivitas di sekitar gudang.

Warga berharap penanganan sisa material dilakukan dengan lebih baik agar pekerjaan pembangunan tidak menimbulkan gangguan berkepanjangan bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Pengawasan dan Mutu Pekerjaan Perlu Diperjelas

Warga juga mempertanyakan pengawasan proyek, termasuk keberadaan pelaksana, mandor, dan pengawas pekerjaan di lapangan. Menurut keterangan warga, pihak-pihak tersebut dinilai jarang terlihat selama pengerjaan berlangsung.

Keterangan tersebut perlu dikonfirmasi kepada kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, dan pejabat penanggung jawab kegiatan untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai mekanisme pengawasan proyek.

Dalam pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah, kesesuaian konstruksi dengan spesifikasi teknis, pengendalian mutu, serta penanganan dampak pekerjaan terhadap lingkungan sekitar merupakan hal penting untuk diperhatikan.

Foto Dokumentasi

Dinas Terkait Diharapkan Melakukan Pemeriksaan

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro diharapkan memberikan penjelasan mengenai spesifikasi teknis proyek drainase tersebut, khususnya terkait metode pemasangan dasar saluran dan penggunaan lantai kerja apabila dipersyaratkan dalam dokumen kontrak.

Pemeriksaan lapangan juga diperlukan untuk menilai kesesuaian pekerjaan dengan perencanaan, kualitas konstruksi, serta penanganan tanah sisa galian dan akses warga yang terdampak.

Apabila pemeriksaan menemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi atau ketentuan kontrak, tindakan perbaikan maupun langkah administratif dapat dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan aturan yang berlaku.

Faktabojonegoro.com membuka ruang klarifikasi bagi kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, serta dinas terkait untuk menyampaikan penjelasan mengenai keluhan warga dan kondisi teknis pekerjaan tersebut.

Klarifikasi dan pemeriksaan teknis diperlukan agar persoalan ini dapat ditangani secara objektif, sekaligus memberikan kepastian mengenai kualitas pekerjaan yang dibiayai dari anggaran daerah.(red)

Tag: