Bronjong Kasiman Jadi Sorotan, Warga Pertanyakan Pengamanan Lereng dan Ujung Konstruksi

BOJONEGORO, Faktabojonegoro.com – Pembangunan pengaman tebing sungai menggunakan konstruksi bronjong di Desa Kasiman, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi perhatian. Kali ini, sorotan warga tertuju pada kondisi lereng tanah di bagian atas bronjong serta bagian ujung selatan konstruksi.

Dari dokumentasi visual yang sebelumnya diperoleh redaksi, konstruksi bronjong telah terpasang dalam beberapa tingkatan di sepanjang bagian tebing. Namun, di atas konstruksi tersebut masih terlihat lereng tanah dengan permukaan yang pada beberapa bagian tampak terbuka.

Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga mengenai sistem pengamanan lereng, terutama ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Warga juga mempertanyakan apakah diperlukan penanganan tambahan untuk mencegah material tanah bergerak atau tergerus menuju bagian bawah.

Kekhawatiran tersebut bukan merupakan kesimpulan bahwa lereng pasti mengalami longsor. Warga lebih menyoroti perlunya langkah antisipasi mengingat lokasi berada di sekitar lingkungan permukiman.

Menurut warga sekitar, kondisi kawasan sebelum pekerjaan berlangsung berbeda dengan kondisi saat ini. Sejumlah pepohonan yang sebelumnya berada di sekitar lereng disebut telah berkurang seiring perubahan kondisi lokasi.

Karena itu, warga berharap bagian atas bronjong juga mendapatkan perhatian, khususnya apabila berdasarkan pemeriksaan teknis memang diperlukan penguatan atau pengamanan tambahan.

Sorotan lainnya muncul pada bagian ujung selatan konstruksi. Seorang warga menilai bentuk ujung bronjong yang terlihat seperti siku perlu diperhatikan karena posisinya dinilai tidak sepenuhnya mengikuti arah tepian sungai.

Kekhawatiran warga berkaitan dengan kemungkinan aliran air saat debit meningkat menghantam bagian tersebut dan berpotensi memengaruhi tanah di sisi selatan. Namun, apakah kondisi tersebut memiliki risiko teknis tertentu tentu memerlukan pemeriksaan dari pihak yang memiliki kompetensi.

Sebagai bentuk antisipasi sementara, warga bahkan membuat pengamanan sederhana menggunakan bambu pada bagian yang dianggap perlu diperkuat. Bambu tersebut diperoleh dengan meminta bantuan kepada warga sekitar.

Langkah swadaya tersebut dilakukan sembari menunggu perhatian dari pihak terkait terhadap kondisi lokasi.

“Warga sebenarnya berterima kasih karena sudah ada pembangunan bronjong. Tetapi kami berharap pengamanannya bisa dimaksimalkan, jangan sampai satu titik sudah terlindungi tetapi titik lainnya justru masih dikhawatirkan terkena gerusan,” demikian kekhawatiran warga yang disampaikan kepada redaksi.

Sebelumnya, informasi mengenai kondisi lereng tersebut telah disampaikan kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro. Pihak yang dikonfirmasi sebelumnya menyatakan bahwa dokumentasi dan informasi yang dikirimkan redaksi akan dilakukan pengecekan.

Redaksi kemudian kembali menanyakan perkembangan hasil pengecekan tersebut, termasuk kemungkinan adanya pekerjaan lanjutan atau langkah pengamanan pada bagian lereng di atas konstruksi.

Namun hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh penjelasan teknis secara rinci mengenai hasil pengecekan maupun rencana penanganan selanjutnya.

Konfirmasi juga telah disampaikan kepada CV Barokah selaku pelaksana pekerjaan sebagaimana tercantum dalam informasi proyek. Permintaan penjelasan disampaikan melalui surat elektronik, antara lain mengenai kondisi konstruksi, bagian lereng, serta kemungkinan adanya pekerjaan lanjutan.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak CV Barokah.

Faktabojonegoro.com tetap membuka ruang bagi Dinas PU SDA Kabupaten Bojonegoro maupun CV Barokah untuk menyampaikan penjelasan, klarifikasi, atau hak jawab terkait persoalan yang menjadi perhatian warga.

Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa konstruksi bronjong mengalami kegagalan ataupun terdapat kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan. Kondisi stabilitas lereng, potensi erosi, pengaruh debit air terhadap konstruksi, bentuk ujung bangunan, kebutuhan drainase, serta kebutuhan pengamanan tambahan merupakan persoalan teknis yang perlu dinilai melalui pemeriksaan oleh pihak berkompeten.

Sorotan warga tersebut menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pembangunan yang berada di lingkungan masyarakat. Penjelasan dari instansi teknis dan pihak pelaksana diperlukan agar kondisi di lapangan dapat diketahui secara lebih utuh.

Faktabojonegoro.com akan mengikuti perkembangan terkait kondisi lereng dan bagian ujung konstruksi tersebut, termasuk apabila nantinya terdapat hasil pemeriksaan atau langkah penanganan lanjutan dari pihak terkait.

(Red.)

CATATAN REDAKSI:
Pemberitaan ini bersifat kontrol sosial berdasarkan dokumentasi visual, keterangan warga, serta proses konfirmasi kepada pihak terkait. Redaksi tidak menyimpulkan kondisi konstruksi secara teknis dan tetap membuka ruang hak jawab.

Tag: